Gelaran EURO 2016 Terancam Mogok Nasional Buruh di Perancis

Perancis — Gelaran kompetisi sepakbola Piala Eropa yang akan berlangsung di Perancis bulan Juni 2016 nanti, terancam oleh aksi mogok nasional yang dilakukan oleh para buruh di negeri penghasil wine tersebut.

Sejak beberapa minggu terakhir, Perancis dilanda gelombang protes dari kalangan buruh dan pelajar, karena rencana pemerintahnya yang akan melakukan reformasi undang-undang perburuhan. Dan kemarin (26/5/2015), para buruh dari penyulingan minyak, PLTN dan kereta api melancarkan aksi mogok.

General Confederation of Labour (CGT), serikat buruh terbesar di Perancis, terus melakukan mobilisasi massa untuk menekan pemerintah menolak reformasi hukum buruh yang dianggap kontroversial. Tercatat sudah sebanyak 1.300 orang ditahan dan sekitar 350 polisi orang dari buruh dan aparat mengalami luka-luka.

Menurut Philippe Martinez, pimpinan dari CGT mengatakan bahwa pihak serikat buruh tak berniat mengacaukan gelaran EURO 2016. “Pemerintah memiliki waktu untuk melakukan negosiasi dengan buruh, dan segalanya akan baik-baik saja,” ujarnya.

Hll senada juga disampaikan oleh Jean-Claude Mailly, pemimpin serikat buruh yang lain. “Ini saatnya bagi perdana menteri untuk menarik niatnya melakukan reformasi undang-undang ketenagakerjaan. Dalam arti sepak bola, Perdana Menteri menarik kembali kartu merah,” imbuhnya.

Pada gelaran piala dunia di Brazil beberapa tahun lalu, juga ramai terjadi gelombang protes dari serikat buruh. Namun demikian dalam satu bulan pelaksanaan piala dunia dapat berlangsung. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]