Sekjend FSBK: Serikat Buruh Harus Punya Ideologi

Pada bulan Maret lalu, Federasi Serikat Buruh Kerakyatan yang berbasis di Surabaya dan sekitarnya, melakukan kongres organisasi. Dalam kongres yang bertemakan Radikalisasi Gerakan Buruh dan Bangun Persatuan Buruh untuk Melawan Sistem Kapitalisme, FSBK menilai bahwa setiap serikat buruh harus mempunyai ideologi yang jelas dalam perjuangannya.

Berikut adalah petikan wawancara Kabar Buruh dengan Syahril, Sekretaris Jenderal FSBK paska kongres, yang ingin mengupas lebih dalam tentang hasil-hasil yang dicapai dalam kongres FSBK yang ke-VIII tersebut.

Kabar Buruh

Bung Syahril, apa yang dihasilkan dari kongres kemarin dan seperti apa program-programnya?

Syahril

Pertama, tema kita adalah Radikalisasi Gerakan Buruh dan Bangun Persatuan Buruh Melawan Sistem Kapitalisme. Maka dari itu, kita harus melakukan propaganda untuk memperluas gerakan buruh di Jawa Timur. Sehingga target kita mewujudkan dan mengembangkan Serikat Buruh Kerakyatan di seluruh wilayah Kabupaten/Kota untuk melawan arus kapitalisme, yang mengembangkan kawasan industri, khususnya di Jawa Timur.

Kabar Buruh

Kira-kira berapa orang perwakilan yang hadir dalam kongres itu?

Syahril

Dari jumlah undangan yang hadir ada 75 delegasi ,ditambah tim peninjau dan organisasi sekawan seperti LAMRI,GMNI dan SEBUMI. Jadi total sekitar 98 orang.

Kabar Buruh

Kira-kira rencana terdekat paska kongres apa saja?

Syahril

Kami sedang mempersiapan pengorganisiran buruh di PT Maspion I, II, III, dan IV. Agar seluruh karyawan yang berjumlah sekitar 50 ribu, bisa ikut menjadi anggota FSBK. Karena rencananya kita akan mematahkan posisi tawar bos Maspion, Ali Markus yang sekarang dia menjabat sebagai ketua Apindo Jatim. Sementara ini, kita sudah berhasil mengajak karyawan di Maspion I, yang berjumlah 1000 karyawan, dan telah masuk menjadi anggota FSBK.

Kabar Buruh

Balik lagi ke soal tema kongres. Yang dimaksud dengan radikalisasi gerakan buruh itu seperti apa?

Syahril

Karena paskah UU Kebebasan Berserikat, banyak lahir serikat-serikat buruh di tingkat-tingkat perusahaan, selain SPSI. Maka dari itu tugas kita ialah mengarahkan paradigma serikat-serikat buruh yang baru lahir, dapat sejalan dengan SBK. Oleh karena itu harus kita radikalisasikan.

Kabar Buruh

Menurut SBK sendiri, serikat buruh itu harus seperti apa? Dalam gerakan dan programnya.

Syahril

Pertama harus punya ideologi, dan sejalan dalam ideologinya. Misalnya kami di SBK berideologi kerakyatan, dalam prakteknya kami tidak bersikap pragmatis. Kedua, Banyak serikat buruh yang masih intruksional. Dalam gerakan dan programnya masih intruksi dari elitnya. Idealnya serikat buruh dalam gerakan programnya, ide dan gagasannya harus dari tingkat bawah/anggota.

Kabar Buruh

Soal persatuan gerakan buruh, bagaimana pandangan FSBK? Apalagi selama ini persatuan gerakan buruh sudah sering didengungkan?

Syahril

Nah ini yang menjadi kontradiksi (pertentangan). Menurut kami, walaupun banyak yang didengung-dengungkan tentang persatuan, tetapi perebutan kekuasaan di dalam organisasi bukan dimaknai dengan demokrasi. Yang terjadi malah muncul intrik di internal, yang menimbulkan perpecahan.

Menurut kami, ini salah satu dampak lahirnya UU Kebebasan Berserikat, yang memudahkan syarat mendirikan serikat baru. Sehingga kehadiran serikat baru tidak terbendung. Seperti contoh, satu pabrik ada sepuluh anggota sudah bisa menjadi serikat. Hanya butuh lima pabrik untuk menjadi federasi dan hanya butuh 150 orang udah bisa menjadi konfederasi. Akan tetapi tidak ada pertimbangkan kualitas dan kuantitasnya.

Oleh sebab itu dengung-dengung persatuan masih dalam jargon saja, tidak di pikirkan untuk mewujudkan cita-citanya. Jadi SBK untuk saat ini masih memilih jalan membesarkan serikat terlebih dahulu, kita belum berpikiran untuk berafiliasi dengan konfederasi atau bergabung dengan serikat lain.

Meskipun konfederasi menjadi cita-cita yang harus kita bangun. Tetapi yang paling penting adalah mempersiapkan mental dan ideologi. Agar kader mumpuni dan berkualitas. Kita sudah siap berdialektika dalam wadah yang besar seperti konfederasi. Evaluasinya, ialah kita pernah terlibat dalam konfederasi besar tetapi di internal kita malah rapuh. Idealnya kita masuk kedalam wadah yang besar harusnya lebih kuat. (jum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Moh Jumri

Moh Jumri

Reporter Kabar Buruh, saat ini juga aktif di Komunitas Kretek.