Marsinah Ada dan Berlipat Ganda

… … Keringat dan ketegaranmu
Mengalir deras tak ternilai
Hanya tetes darah dan air mata
Yang kau curah

Ooo Marsinah
Kau termarjinalkan
Ooo Marsinah
Matimu tak sia sia

-Marjinal-

Ia telah meninggalkan kaum buruh Indonesia dengan luka yang terus menganga, karena siapa sebenarnya yang membunuhnya tak pernah terbuka. Namun ia juga telah meninggalkan satu coretan sejarah, yang mengajarkan kepada kaum buruh Indonesia tentang sebuah makna perjuangan.

Uang senilai 550 rupiah yang ia perjuangkan untuk upahnya dan upah buruh-buruh lainnya, membawanya pada sebuah konsekwensi yang berat dalam garis perjuangannya. Ia ditemukan meninggal dunia pada 8 Mei 1993, setelah 3 hari hilang.

23 tahun setelah ia pergi, apa yang dulu ia alami, upah murah masih dialami oleh buruh-buruh saat ini. Dan represifitas yang dulu dirasakannya, juga masih dialami oleh buruh-buruh saat ini. Tak ada yang berbeda dari nasib buruh selama 23 tahun paska Marsinah.

Tapi sejarah Marsinah telah mengajarkan kepada kaum buruh Indonesia, bahwa upah bukan semata tentang besaran rupiah, melainkan sebuah hak yang harus direbut dari para penguasa. Karena hak itu tak akan pernah diberikan secara cuma-cuma dari mereka yang serakah akan harta dan tahta.

Marsinah-Marsinah baru telah hadir, untuk mengikuti jejaknya mengambil pilihan untuk merebut hak-haknya. Mengikuti jejaknya, mengambil pilihan untuk melawan ketidakadilan. Mengikuti jejaknya, untuk memperjuangkan keyakinannya. Ia tetap ada dan berlipat ganda.

Bagi kaum buruh yang memiliki kesadaran untuk tak pasrah pada keadaan dan menyerahkan nasibnya pada penguasa, tentu tak akan pernah melupakan Marsinah. Perempuan perkasa yang dengan keberaniannya menantang ‘takdir’ buruh untuk diisap.

Mereka dengan sadar telah melakukan sebuah langkah untuk melipatgandakan Marsinah. Menjadi Marsinah-Marsinah baru, menjadi api-api perlawanan baru, menjadi martir-martir baru yang siap memukul para penguasa yang serakah. Marsinah ada dan berlipat ganda.

Redaksi

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]