May Day 2016, Konsistensi Gerakan Buruh Indonesia

Sejauh pantauan dari tim Kabar Buruh dalam peringatan Hari Buruh Sedunia, atau biasa disebut dengan May Day. Berbagai aksi dilakukan secara serentak oleh serikat-serikat buruh di Indonesia. Aksi buruh tak hanya dilakukan di Jakarta, namun juga di berbagai belahan daerah se Indonesia.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan beberapa hari sebelum May Day, telah menyerukan agar peringatan May Day tak dilakukan dalam bentuk aksi. Seruan yang sama juga disampaikan oleh para kepala daerah. Mereka meminta agar peringatan May Day digelar dalam bentuk lomba, jalan sehat, donor darah, bakti sosial dan lain-lain.

Namun nyatanya seruan tersebut tak dihiraukan oleh berbagai serikat buruh yang selama bertahun-tahun selalu merayakannya dalam bentuk aksi. Perayaan May Day tanpa aksi, seperti telah mengembalikan gerakan buruh pada masa Orde Baru, yang melarang adanya aksi-aksi oleh serikat buruh.

Memang pada hari H, cukup banyak buruh yang menerima seruan tersebut, namun yang tetapbkonsisten berjuang di jalanan untuk menyampaikan berbagai tuntutannya, juga tak kalah sedikit.

Di Jakarta, massa aksi buruh mencapai puluhannribu, bahkan mungkin dapat mencapai angka seratusan ribu. Sejak pagi hari, buruh telah berada di berbagai lokasi. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, Istana Negara tetap menjadi tujuan utama dari aksi buruh dalam memperingati May Day.

KSPI, KSPSI, KPBI, KASBI, GSPB, SGBN, GSBI, KSN, Aji Jakarta, dan berbagai serikat buruh lainnya, saling berlomba untuk memobilisasi anggotanya, turun dalam aksi memperingati May Day. Saling berlomba dalam makna yang positif.

Pilihan serikat buruh untuk tetap melakukan aksi pada May Day 2016, dan tak menghiraukan arahan dari pemerintah, disebabkan karena kondisi atau nasib buruh hari ini belum menemui titik perbaikan kesejahteraan. Sederet persoalan buruh masih belum dapat diselesaikan oleh pemerintahan Jokowi-JK.

Buruh masih diupah rendah, terlebih lagi pada sektor padat karya. Persoalan sistem kerja kontrak dan outsourcing, keselamatan kerja, diskriminasi terhadap buruh perempuan, PHK sepihak, pemberangusan serikat, kriminalisasi buruh, dan berbagai catatan persoalan lainnya masih membelenggu buruh di Indonesia.

Tentu sangat naif, ketika fakta-fakta tersebut di atas masih membelenggu, namun buruh diminta untuk melakukan perayaan ‘hari raya buruh’, dengan cara gerak jalan, lomba futsal dan lain sebagainya. Kesenangan sesaat yang kemudian pada esok hari, harus kembali bekerja, harus kembali diperah keringatnya untuk kepentingan mengakumulasikan keuntungan dari pengusaha.

Keadilan bagi kaum buruh masih jauh dari harapan, ketika Negara membatasi angka kenaikan upah hanya berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi, namun pemerintah justru memberikan kenyamanan yang luar biasa bagi orang-orang kaya di Indonesia. Pengampunan pajak bagi para pengusaha.

Tak akan buruh turun ke jalan jika apa yang menjadi persoalan dasar bagi buruh dapatbdipenuhi oleh Negara. Dan disitulah tentunya makna dari sebuah Negara, memberikan keadilan bagin seluruh rakyatnya. Keadilan bagi buruh, bukan hanya bagi para pengusaha kaya.
Menjadi catatan penting bagi buruh untuk merumuskan strategi baru dalam memperjuangkan hak-hak yang melekat padanya.

Dan oleh karenanya, pernyataan bahwa pemerintahan kali ini tak mampu memberikan keadilan dan keberpihakan pada rakyat kecil, terucap dalam berbagai kesempatan. Satu pernyataan yang secara politis bermakna deligitmasi, atau ketidakpercayaan buruh pada pemerintahan saat ini.

Hal lain yanh cukup maju juga didorong oleh buruh untuk membangun kekuatan politiknya, dengan mendirikan organisasi masyarakat sebagai cikal bakal dari wadah politik kaum buruh Indonesia. Satu lompatan kesadaran yang cukup berarti, karena telah meletakan pondasi perjuangan buruh ke dalam perjuangan politik.

Salut dan apresiasi yang sangat besar bagi serikat-serikat buruh, atas konsistensinya berjuang bagi dirinya, bagi anak cucunya kelak, bagi rakyat Indonesia pada umumnya. Selamat hari buruh sedunia, bersatulah kaum buruh Indonesia, lantanhkan suara, dan pastikan perjuangan tak akan berhenti sampai tujuan tercapai.

Redaksi

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]