May Day, Gerakan Buruh Indonesia Akan Deklarasikan Ormas Sebagai Blok Politik Buruh

Jakarta – Konferensi pers yang dilakukan oleh Gerakan Buruh Indonesia (GBI) siang tadi di di Hotel Sofyan, Menteng, Jakarta (29/4/16), menyampaikan perihal persiapan peringatan hari buruh sedunia pada tanggal 1 Mei 2016 mendatang.

Dlalam peringatan hari buruh yang biasa disebut May Day itu, GBI secara serentak akan menyerukan aksi Nasional di 32 Provinsi, se Indonesia. Dan sampai dengan hari ini, yang sudah bersedia dan mengkonfirmasi ikut dalam perayaan May Day sudah mencapai 28 Provinsi. Sedangkan untuk jumlah kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang akan merayakan May Day kali ini, baru 240 daeerah yang mengkonfirmasi.

Untuk perayaan May Day di Jabodetabek, aksi buruh GBI mengklaim akan di ikuti sekitar 150 ribu buruh. Himbauan dari pimpinan GBI juga terhadap kordinator wilayah agar Bus yang ditumpanginya tidak memasuki area Car Free Day. Karena perayaan may day kali ini hari minggu dan bertepatan dengan Car Free Day, akan tetapi untuk mobil komando sendiri akan GBI usahakan bisa memasuki area karena untuk mengatur ribuan massa aksi.

Rencananya titik kumpul GBI di Bundaran Hotel Indonesia (HI) sejak pagi hari, kemudian melakukan Longmach menuju Istana. Setibanya di Istana massa buruh akan bergeser menuju Gelora Bung Karno.

Menurut Said Iqbal, May Day kali ini akan dijadikan momentum gerakan bersama dari semua elemen. “Dalam menentukan upah nanti, Gubernur tidak boleh memakai PP 78 tentang pengupahan karena GBI sendiri sedang melakukan uji materi di Mahkamah Konstitusi, jadi hasilnya belum diputuskan. Dan PP 78 juga melanggar UUD karena tidak melibatkan buruh dalam trifartit,” ujar Iqbal.

Adapun yang isu yang akan diangkat oleh GBI pada May Day nanti diantaranya adalah pencabutan PP 78/2015 tentang Pengupahan, stop kriminalisasi terhadap buruh dan stop PHK, menolak reklamasi teluk Jakarta- menolak penggusuran dan menolak tax amnesty.

Selain berbagai isu tersebut, momentum May Day juga digunakan oleh GBI untuk mendeklarasikan pembentukan organisasi masyarakat,sebagai alat perjuangan kaum buruh kedepan. “GBI akan mendekralasikan ormas sebagai blok politik dan alat perjuangan buruh dalam mewujudkan kesejahtraan,” terang Iqbal.

Lebih jauh, Iqbal menyampaikan kepada masyarakat yang berada di Jakarta, untuk tidak perlu khawatir dalam perayaan May Day kali ini. Karena buruh akan melakukan aksinya dengan tertib dan tidak akan melakukan sweeping karena pabrik-pabrik. “Khusus untuk aparat kepolisian juga jangan terlalu mengada-ngada termasuk memakai istilah ‘libas’, karena aksi may day ini damai dan di ikuti oleh seluruh buruh sedunia,” ujar Iqbal. (jum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]