Dakwaan Jaksa Membingungkan, 23 Buruh Ajukan Eksepsi

Jakarta – Sebanyak 23 buruh korban kriminalisasi akan mengajukan sanggahan atau eksepsi terhadap dakwaan jaksa penuntut umum. Aktivis dari berbagai serikat buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Indonesia (GBI), menganggap dakwaan tidak dapat dimengerti.

Jaksa menuntut mereka dengan pasal 214 dan 216 KUHP karena melawan aparat. Alasannya, mereka menolak dibubarkan dalam aksi unjuk rasa menuntut pencabutan PP Pengupahan no 78/2015.

“Padahal mereka melakukan unjuk rasa di depan istana 30 Oktober adalah menyampaikan pendapat di muka umum yang hukumnya adalah UU no 9 tahun 1998,” kata anggota pengacara Tim Advokasi untuk Buruh dan Rakyat (TABUR) Hesti Widyaningrum pada Senin, 11 April 2016 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Para korban kriminalisasi sontak menuntut penjelasan lebih lanjut dari jaksa. Para aktivis keberatan karena dakwaan tidak merinci peran mereka. “Di dakwaan disebut Tersangka 1-23, yang melakukankah? Atau yang menyuruh melakukankah? Atau yang ikut serta melakukan itu tidak dijelaskan,” protes salah satu korban kriminalisasi Gallyta Nur Bawoel dalam persidangan.

Ia juga menilai jaksa dan hakim tidak memberikan ruang cukup dalam persidangan bagi para korban kriminalisasi. Gallyta menambahkan berkas dakwaan juga janggal. Ia sendiri mengaku tidak pernah diperiksa sebagai tersangka. Namun, tiba-tiba ia mesti dipanggil sebagai terdakwa.

Dalam berkas lain, Akhmad Azmir Sahara diperiksa pada 2014. Padahal, kejadian penangkapan yang disertai pemukulan terjadi pada 30 Oktober 2015. “Ini tidak bisa dijelaskan oleh mereka,” tutur Gallyta.

Dalam persidangan pekan depan, semua korban kriminalisasi akan membacakan eksepsi masing-masing. Selain itu, penasihat hukum dari TABUR juga akan membacakan eksepsi bersama. (gur)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]