Selain Terlambat Hadir, Jaksa Juga Tak Mampu Menjelaskan Dakwaan Terhadap 26 Aktivis

Jakarta – Sidang kedua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, atas 23 Aktivis Buruh, 2 Pengecara publik dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, dan 1 Mahasiswa kembali digelar hari ini (28/3/2016). Sidang tersebut sempat tertunda sampai sekitar 2 jam, dan baru berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB, karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) terlambat hadir dalam persidangan.

Dalam sidang tersebut dimulai dengan pembacaan dakwaan, yang kemudian direspon oleh tim kuasa hukum dengan membacakan eksepsi (keberatan dari terdakwa). Dalam eksepsinya, tim kuasa hukum menyatakan bahwa dakwaan yang disampaikan tidak konperhensif, terkait perkara yang menyebabkan 26 orang menjadi terdakwa.

“Seharusnya Jaksa Penuntut Umum menerjemahkan pasal dakwaannya, bukan hanya membacakan kembali,” ujar Maruli, salah satu tim kuasa hukum yang berasal dari LBH Jakarta.

Sementara terkait dengan 2 orang pengacara publik dari LBH Jakarta yang juga ditetapkan sebagai terdakwa, Maruli sempat menyampaikan dalam persidangan bahwa pihak JPU sempat membuat kesalahan dalam penulisan pasal yang menuntut kedua rekannya tersebut.

Menurut Maruli, pihaknya akan kembali melakukan eksepsi secara perorangan terhadap ke-26 orang yang menjadi terdakwa, dimana hal itu akan disampaikan pada sidang lanjutan tanggal 4 April 2016 mendatang.

“Sidang ini sangat dipaksakan, dan tidak hanya itu, Jaksa Penuntut Umum juga tidak bisa menjelaskan apa yang didakwakan terhadap 26 aktivis yang di kriminalisasi menjadi terdakwa. Karena mereka hanya diperiksa sebagai saksi bukan sebagai tersangka,” ujar Maruli.

Ia juga mengkritik JPU yang tidak tepat waktu dalam menghadiri persidangan. “Jaksa juga tidak menepati waktu persidangan. Bagaimana dia mau melaksanakan keadilan, kalau untuk menepati waktu saja mereka tak mampu,” tegas Maruli. (jum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]