25 Ribu Buruh di Malang Alami PHK Sepanjang Tahun 2015

Malang – Sebanyak 25.264 buruh di Malang mengalami pemutusan hubungan kereja (PHK) dari berbagai perusahaan yang ada. Angka PHK tersebut meningkat ketimbang tahun 2014 yang hanya berkisar 16.312 orang. Jumlah ini membuat angka klaim jaminan hari tua yang dibayarkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Malang mencapai Rp 201,8 miliar.

“Pencairan jaminan hari tua terus membengkak,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Malang Sri Subekti seperti dilansir dari Tempo.co (31/12/2015).

Sepanjang 2015, rata-rata terdapat 250-300 orang yang mengantre mencairkan jaminan hari tua. Selain karena meningkatnya angka PHK, kenaikan klaim pencairan JKH juga disebabkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2015 tentang Program Penyelenggaraan Jaminan Hari Tua yang memperbolehkan pencairan klaim dapat dipercepat sebulan setelah dipecat.

Sebelumnya, aturan terkait pencairan JHT menyebutkan klaim dapat dicairkan jika telah mendaftar kepesertaan minimal lima tahun. Dengan aturan baru, peserta JHT kerap tidak sabar langsung mencairkan dananya. Padahal jaminan hari tua merupakan simpanan yang digunakan untuk keperluan mendesak setelah tidak bekerja.

Sejauh ini, mayoritas buruh yang dipecat berasal dari sektor industri rokok dan elektronik. Sementara itu jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai 117 ribu orang berasal dari 2.400 perusahaan. (pur)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]