Film: Norma Rae, Perempuan yang Berjuang Untuk Membangun Serikat Buruh

Pada tahun 1979, sebuah film yang menceritakan tentang berbagai persoalan keseharian yang dialami oleh buruh di Amerika difilmkan dalam bentuk yang menarik. Judul dari film tersebut adalah Norma Rae, diambil dari nama seorang tokoh buruh yang menjadi lakon di film tersebut.

Film yang diambil dari kisah nyata ini menceritakan tentang buruh yang bekerja di pabrik kapas dengan kondisi kerja yang buruk dan mengabaikan kesehatan para buruhnya. Norma Rae dan rekan-rekan buruh lainnya awalnya tak mempedulikan hal ini, karena terikat dengan persepsi bahwa buruh harus bekerja saja untuk mendapatkan uang demi keburuhan hidupnya.

Namun datanglah seorang aktivis buruh yang melakukan pengorganisiran di pabrik tempatnya bekerja, dia adalah Reuben Warhowsky. Dalam berbagai kesempatan orasi atau ceramahnya, Norma Rae kemudian menjadi sadar atas kondisi kerjanya, hingga memutuskan untuk membangun serikat buruh.

Seperti halnya situasi yang terjadi pada umumnya, usaha dia untuk membangun serikat buruh menemui berbagai kendala. Mulai dari intimidasi sampai dengan persoalan domestik di keluarga yang merasa aktifitas Norma Rae membuat dirinya hanya menyisakan sedikit waktu untuk keluarga, hingga akhirnya memicu konflik di rumah tangga.

Ada satu adegan dalam film tersebut yang cukup menarik ketika ia berdiri di atas meja sembari membentangkan secarik kertas bertuliskan “Union”. Sejenak rekan-rekan kerjanya diam dan melihat apa yang dia lakukan. Hingga akhirnya satu per satu dari rekan-rekannya menghentikan mesin pemintal kapas.

Martin Ritt, sutradara film bergenre drama politik ini dapat menyajikan dengan sangat baik, hingga mampu membawa emosi dari para penonton. Ia berhasil memotret situasi dan kondisi perburuhan di Amerika pada saat itu, termasuk memotret rasialisme (kulit hitam dan kulit putih) Amerika pada saat itu.

Sementara Sally Field, bintang utama yang memerankan Norma Rae juga berhasil membawakan perannya dengan sangat mengesankan, hingga mampu menyentuh hati para penonton. Tak mengherankan jika kemudian karena perannya ini, ia mendapat banyak penghargaan sebagai best actrees diberbagai festifal film tingkat internasional.

Walau mungkin film ini dibuat sudah lebih dari 30 tahun lalu, namun menontonnya kembali disaat ini sepertinya masih sangat relevan. Apa yang dialami dan diperjuangkan oleh Norma Rae juga masih banyak dialami oleh banyak buruh di Indonesia. Jadi tak ada salahnya jika kita menonton film ini untuk mengambil inspirasi dari perjuangannya. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]