Industri Padat Karya Mulai Melirik Jawa Tengah

Semarang – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan bahwa sejauh ini Provinsi Jawa Tengah menjadi primadona yang menarik bagi investasi modal usaha, khususnya untuk sektor industri manufaktur padat karya.

Menurut Haryadi B Sukamdani, salah seorang pengurus di Apindo Pusat, potensi Jawa Tengah untuk tumbuh menjadi industri manufaktur pada sektor padat karya sangat besar. Meskipun diakuinya bahwa masih terdapat kendala dalam memperoleh tenaga kerja terampil di bidang tersebut.

“Salah satu kesulitan yang masih dialami saat ini bagi industri adalah memperoleh tenaga kerja atau buruh yang terampil untuk kebutuhan perusahaan garmen,” ujarnya.

Ia mengatakan kondisi ini juga bisa dijadikan sebagai peluang bagi masyarakat Jawa Tengah untuk dapat menyiapkan diri menjadi tenaga kerja di sektor industri garmen. “Informasi yang saya peroleh, saat ini rata-rata 70% tenaga kerja produktif merupakan lulusan SMK. Ini bagus untuk masa depan,” terangnya.

Meski demikian, kebutuhan tenaga kerja yang didapat dari SMK dirasa masih sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan serapan industri. Oleh karenanya, ia berharap agar lembaga pelatihan yang ada mampu mempersiapkan tenaga kerja yang siap untuk terjun sesuai dengan kebutuhan industri.

Apindo sendiri sudah menandatangani kesepakatan dalam rangka pemagangan baik secara nasional maupun internasional dari hasil kerjasama dengan Internasional Labour Organization. “Kami telah mendatangani kesepakatan dengan ILO untuk pemagangan. Harapannya agar tenaga Indonesia tidak hanya siap untuk industri lokal tetapi juga global,” jelasnya. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]