TKI, Pahlawan Tanpa Perlakuan dan Perlindungan yang Layak

Tenaga Kerja Indonesia atau biasa disingkat TKI atau secara global disebut migrant worker/buruh migran atau sering juga disebut sebagai pahlawan devisa. Walau sayangnya itu hanya sebuah sebutan, karena perlakuan yang diterima oleh para buruh migran bukan selayaknya perlakuan pada pahlawan.

Dalam Konvensi Internasional Tentang Perlindungan Hak Semua Buruh Migran dan Anggota Keluarganya, istilah “buruh migran” mengacu pada seseorang yang akan, tengah atau telah melakukan pekerjaan yang dibayar dalam suatu Negara di mana ia bukan menjadi warganegara.

Pada tahun 2014 Bank Indonesia (BI) mencatat uang kiriman dari tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri (remitansi) sebesar USD 8.345.070.344 atau setara Rp 105,9 triliun dengan asumsi nilai tukar Rp 12.700 per 1 USD. Sementara sampai dengan April tahun 2015, pemerintah mencatat Remitansi TKI mengalami kenaikan sebesar 15,5% atau sekitar 485.822.014,29 dollar AS bila dibandingkan dengan data tahun 2014.

Remitansi atau uang kiriman dari hasil kerja TKI yang berada di luar negeri hingga bulan April tahun 2015 mencapai sebesar 3.119.459.642 dollar AS. Sedangkan pada tahun 2014 hingga bulan April, data remitansi hanya sebesar 2.633.637.627,71 dollar AS.

Adapun total jumlah TKI yang bekerja di luar negeri, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencatat setidaknya ada 6,5 juta jumlah TKI yang bekerja di 142 negara.TKI adalah

Angka-angka dalam rupiah yang diberikan oleh jutaan TKI setiap tahunnya untuk negeri ini bukanlah uang yang sedikit. Karena dengan uang sebesar itu, TKI telah mampu memberikan penghidupan pada jutaan orang lain (keluarga TKI) dan menggerakan ekonomi di daerah asal para TKI.

Namun sumbangsih tersebut tentu tak sepadan dengan apa yang diberikan oleh Negara kepada mereka. Seolah-olah label pahlawan devisa yang kerap diberikan Negara kepada TKI telah cukup sebagai pengganti apa yang telah diberikan TKI kepada negeri ini.

Karena bukan rahasia umum lagi jika kondisi TKI masih jauh dari perlindungan Negara. Kasus pungutan liar atau pemerasan kerap diterima TKI oleh para aparatus negeri ini. Berita tentang kekerasan terhadap TKI di negara mereka bekerja, pemerkosaan, sampai dengan pembunuhan terus berulang-ulang terjadi. Dan setiap tahun serikat-serika buruh migran selalu berteriak-teriak meminta kepada Negara untuk memberikan perlindungan.

Dan setiap tahun pula, setiap rezim berganti, program-program yang diberikan oleh pemerintah tak mampu mengatasi persoalan yang menimpa para pahlawan tersebut. Jadi patut dipertanyakan memang jika Negara menyebut mereka pahlawan, namun pada fakta dan kenyataannya, para pahlawan itu tak kunjung mendapatkan perlakuan dan perlindungan dari Negara. Sial memang jika itu yang didapatkan oleh pahlawan.

Apa yang dihasilkan oleh TKI adalah kerja yang mereka lakukan dan negara ikut menikmati hasil uang yang didapat oleh TKI, tapi tak dikembalikan dalam bentuk jaminan dan perlindungan bagi mereka. Tak ada terobosan-teobosan yang dilakukan pemerintah. Setiap tahun apa yang dilakukan masih sama, pelatihan para calon TKI, pemberdayaan TKI, dan setiap lima tahun mendapatkan janji perlindungan.

Apa yang dialami oleh TKI sebenarnya tak jauh berbeda dengan apa yang dialami oleh buruh yang bekerja di Indonesia. Perlindungan dan kesejahteraan buruh adalah PR yang tak pernah selesai disetiap tahunnya. Karena regulasi yang ada bagi para buruh migran dan buruh di Indonesia seperti hanya secarik kertas dengan kata-kata indah tanpa kenyataan yang indah.

Apa yang dialami oleh TKI di luar negeri dan berbagai jalan perjuangannya harus diberikan dukungan oleh kaum buruh yang lain. Karena sejatinya TKI dan buruh yang bekerja di Indonesia adalah juga sesama buruh. Bekerja, menjual tenaga dan pikirannya untuk sejumlah upah. Satu disakiti, semua merasakan.

Pada kesempatan ini tentu tak ada salahnya jika kita semua buruh Indonesia mengucapkan selamat hari buruh migran se dunia. Terima kasih atas apa yang telah diberikan untuk negeri ini. Perjuangan buruh migran adalah perjuangan buruh Indonesia dan perjuangan buruh di seluruh dunia.

Redaksi
Kabar Buruh

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]