Di-PHK Sepihak, Buruh Sambangi Disnakertrans Subang

Subang — Pemutusan hubungan kerja secara sepihak lagi-lagi terjadi. Kali ini, sejumlah buruh di Subang mendatangi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi terkait PHK sepihak yang mereka alami. Tak Cuma di PHK, mereka pun tidak mendapatkan pesangon serta diberhentikan tanpa alasan yang jelas.

“Saya dengan puluhan teman sekerja telah di-PHK sepihak, alasannya tak jelas dan pesangonnya juga tanpa jelas. Kami merasa dirugikan,” ujar Sandi, salah satu perwakilan buruh seperti dilansir dari Pikiran Rakyat (8/12).

Menurutnya, mereka mendatangi kantor Disnakertrans Subang untuk meminta pihak dinas bisa memfasilitasi permasalahan yang dialami buruh. Selain untuk dapat penjelasan terkait pemecatan, lanjutnya, mereka juga meminta kejelasan soal pesangon yang harusnya mereka dapatkan.

“Kami menuntut pesangon sesuai UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Namun, kenyataannya pihak perusahaan memberikan pesangon tak sesuai, nilainya berbeda-beda,” ucapnya.

Ia menjelaskan, perusahaan memberikan pesangon tidak sesuai dengan ketentuan. Buruh yang telah bekerja 5 tahun hanya mendapat pesangon sebesar dua kali gaji, lalu yang 3-5 tahun mendapatkan 1,5 kali gaji. Sementara yang masa kerja dibawah tiga tahun hanya mendapat pesangon sebesar satu bulan gaji. “Kami ingin pesangon bisa sesuai ketentuan UU, sifatnya bukan kerohiman. Pesangon itu kan hak kami,” ujarnya.

Sementara itu, Kusman Yuhana Kepala Disnakertrans Subang mengaku belum mendapatkan laporan resmi dari buruh. Pihaknya, lanjutnya, juga belum mengetahui pasti duduk persoalan yang dialami puluhan buruh dengan perusahaannya. Tapi kami akan secepatnya membentuk tim, untuk mengkaji persoalan yang menimpa para buruh tersebut,” katanya. (pur)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]