UMK Belum Ditetapkan, Buruh Pilih Golput Saat Pilkada

Tarakan – Pemilihan Kepala Daerah Kota Tarakan terancam kehilangan ribuan suara dari kalangan buruh yang kecewa karena belum ditentukannya Upah Minimuk Kota tersebut. Karena permasalahan ini, mereka mengancam akan melakukan aksi golput pada hari pemungutan suara yang dilaksanakan pada 9 Desember mendatang.

Salah satu perwakilan serikat buruh Kota Tarakan, Jhon Lee menyatakan kekecewaan serikat buruh atas dikembalikannya surat pengajuan besaran angka UMK Tarakan tahun 2016 oleh Pemprov Kaltara. Hal ini membuat UMK Tarakan tahun 2016 belum ditetapkan hingga saat ini. “Kami sangat kecewa dengan pengembalian surat pengajuan UMK ini,” jelasnya seperti dilansir dari Tribun Kaltim (4/12).

Pihaknya meminta agar pemerintah Kota Tarakan, khususnya walikota untuk segera mengambil sikap. Pasalnya, saat ini sudah memasuki awal Desember dan UMK harusnya sudah ditetapkan sejak November.

Karena itu, Ia bersama teman-teman dari serikat buruh telah mengambil sikap jika UMK tidak segera ditetapkan. Mereka berencana untuk melakukan aksipada 7 dan 8 Desember. Selain itu, akan ada juga aksi golput yang dilakukan teman-teman buruh pada 9 Desember mendatang.

Ia menilai sikap ini sebagai bentuk kekecewaan karena merasa digantung terkait penetapan besaran UMK antara Pemkot Tarakan dan Pemprov Kaltara. “Sebab kami merasa tidak lindungi oleh pemerintah untuk apa kami memilih. Setidaknya dengan golput teman-teman merasa agak sedikit terpuaskan dengan aksi ini,” ungkapnya. (dipa)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]