Jamie Vardy, Buruh Pabrik Yang Menjadi Top Skor Liga Inggris

Jamie Vardy, mantan buruh pabrik yang tak kenal menyerah ini patut dijadikan panutan untuk ribuan pesepakbola yang bermain di non-liga. Jamie Vardy mampu mewujudkan mimpi bermain di level teratas kompetisi terbaik sejagat raya.

berusia 28 tahun kelahiran Sheffield 11 Januari 1987 itu sukses mencetak gol dalam sebelas laga beruntun. Catatan itu membuatnya memecahkan rekor Ruud Van Nistelrooy yang mencetak gol dalam sepuluh laga berurutan. Dan bahkan saat ini ia tercatat menjadi top skor

Sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat 3,5 tahun yang lalu, ia masih bermain di klub non-liga, divisi kelima di piramida sepak bola Inggris, Fleetwood Town. Dengan rentetan gol demi gol ke gawang lawan, Vardy pun berhasil menduduki puncak klasemen top skorer sementara dengan torehan 14 gol.

“Ia adalah mimpi buruk buat pemain belakang,” ujar Victor Wanyama, gelandang Southampton.

Jamie Vardy sosok bomber yang telah membuktikan bahwa kerja keras dan semangat tak kenal menyerah dapat berbuah manis dan membanggakan. Lalu dari manakah sebenarnya semangat dan kerja keras milik Jamie Vardie itu muncul?

Rupanya mental baja, semangat dan kerja kerasnya dalam mengarungi liga Inggris yang terkenal dengan permainan cepat dan kerasnya diwariskan dari kehidupannya yang penuh dengan perjuangan.

Ia mengenal sepak bola sejak masih remaja, namun untuk mencukupi kehidupan sehari-hari ternyata tak cukup dari ia bermain sepak bola di klub amatir yang ia bela.

Gajinya hanya sebesar 30 poundsterling per pekan yang dirasa tak cukup bagi kehidupannya sehari-hari.

Dan untuk mencukupi kebutuhannya, ia memutuskan bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik pembuat serat karbon. Bermain bola sambil bekerja di pabrik dapat ia lakukan karena pasa saat itu ia hanya ia berlatih salama dua kali dalam seminggu dan bertanding hanya pada akhir pekan.

Kehidupan seperti ini ia jalani selama tiga tahun. Hingga kemudian dengan semangat dan kerja kerasnya, ia berhasil mencetak 66 gol dari lebih 100 pertandingan yang ia jalani. Dan akhirnya membuat klub Halifax Town menggaetnya pada tahun 2010 dengan transfer sebesar 1 ribu poundsterling.

Di tahun 2012 ia dibeli dengan harga 1 Juta Poundsterling oleh Leichester City dan bertahan hingga sekarang dan berhasil membawa klubnya promosi dari Divisi Championship Division menuju English Premier League di musim 2014 kemarin, hingga berhasil mengangkat Leichester City di papan atas Liga Inggris pada musim ini. (idr)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]