Upah Murah, Buruh Asing Tak Akan Cari Kerja di Indonesia

Menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri meminta agar buruh lokal tidak perlu khawatir. Menurutnya, pengusaha di Indonesia akan tetap memilih mempekerjakan buruh dari Indonesia.

“Buruh-buruh lokal tidak perlu khawatir. Para pengusaha di Indonesia akan pilih buruh lokal yang lebih murah ketimbang buruh asing yang bergaji tinggi,” ujarnya di Makasar (30/11).

Walaupun begitu Hanif menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan akan terus memantau buruh asing yang masuk ke Indonesia. Buruh asing, lanjutnya, tidak akan bebas begitu saja masuk ke Indonesia.  “Tenaga kerja asing harus dikendalikan. Kalau ada yang berkasus, seperti tidak punya izin kerja dan lain-lain akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Hanif.

Senada dengan Menteri Ketenagakerjaan, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga mengimbau agar masyarakat tak khawatir dengan MEA. MEA, lanjutnya, tidak akan membuat masyarakat susah mendapat kerja.

JK berpendapat, masyarakat asean tidak akan mencari pekerjaan berbondong-bondong mencari kerja ke Indonesia. Seperti Hanif, Ia menilai kalau upah  kerja di Indonesia termasuk yang paling murah di kawasan, karenanya tidak akan berbondong buruh asing cari kerja di Indonesia.

“Selain itu orang asing akan mencari kerja di negara yang kekurangan tenaga kerja, bukan seperti di Indonesia yang masih banyak pengangguran,” jelasnya di Bandung (23/11). (dipa)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]