Kecam Tindakan Represif Polri, KSPI Tuntut AS Hentikan Bantuan

Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengecam tindakan represif aparat kepolisian terhadap buruh yang melakukan mogok nasional pada 24-27 November 2015. Mogok nasional untuk Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan di berbagai kawasan mendapatkan tindakan represif dari aparat yang membubarkan paksa aksi buruh.

Rencananya KSPI akan mengadukan kepada pemerintah AS dan Australia untuk menghentikan bantuan kepada kepolisian Republik Indonesia karena telah melakukan kekerasan terhadap buruh pada saat mogok nasional.

“Kami akan mengirim surat ke Kementerian Luar Negeri AS dan Australia untuk tidak memberikan bantuan kepada Polri,” kata Said Iqbal selaku Presiden KSPI (30/11/2015).

Said Iqbal menyesalkan tindakan aparat kepolisian dalam menangani mogok nasional buruh yang menolak implementasi PP No. 78/2015 tentang Pengupahan. Bahkan kepolisian telah menetapkan sejumlah aktivis buruh sebagai tersangka kerusuhan.

“Kami juga menyesalkan aksi penangkapan aktivis buruh dan para buruh yang dilakukan oleh Polisi,” keluhnya seperti dikutip dari bisnis.com.

Kecaman  atas tindakan represif aparat kepolisian terhadap buruh juga mendapat dukungan dari International Trade Union Confederation-Asia Pasifik (ITUC AP). ITUC AP merupakan organisasi konfederasi serikat buruh tingkat dunia di kawasan Asia Pasifik. (zek)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]