KADIN Jakarta: Serikat Buruh Harus Mengedepankan Dialog, Daripada Demo dan Mogok

Jakarta — Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang kembali mengemukakan pendapatnya terkait mogok nasional buruh.

Sebelumnya, ia menyampaikan kerugian pengusaha d Jakarta yang mencapai 500 miliar akibat dari pemogokan buruh pada tanggal 24 sampai 27 November 2015 lalu.

Pada kesempatan ini, ia meminta serikat buruh yang menaungi para buruh untuk mengedepankan dialog atau jalur hukum untuk mencapai keinginannya atau aspirasinya. Karena menurutnya, aksi mogok kerja hanya akan merugikan semua pihak, baik pengusaha maupun pekerja.

Menurutnya, cara berpikir para pengurus serikat buruh sudah harus berubah. Demo atau mogok kerja yang biasa dilakukan oleh buruh untuk menyikapi sebuah kebijakan, seharusnya sudah mulai diubah. “Dialog atau jalur hukum. Itu akan lebih elegan dan tidak merugikan pelaku usaha,” katanya

Ia juga mengimbau agara para buruh dapat lebih memahami apa yang diatur dalam PP No.78 tahun 2015 tentang Pengupahan, yang menjadi pemicu mogok nasional buruh. Kepastian bagi dunia usaha dan kepastian kenaikan UMP setiap tahun bagi pekerja, menurutnya adalah esensi dati PP Pengupahan.

Terlebih lagi dalam waktu dekat, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan segera diberlakukan. Sehingga serikat buruh harus berfikir tentang bagaimana meningkatkan kompetensi, produktivitas dan daya saing buruh.

Hal ini akan dapat meningkatkan kualitas buruh Indonesia untuk dapat berkompetisi dengan tenaga kerja dari sembilan negara Asean lainnya yang akan masuk ke Indonesia.

“Kalau serikat buruh masih menggunakan cara-cara demonstrasi dan pemogokan untuk memperjuangkan aspirasinya, maka dikhawatirkan tenaga kerja Indonesia akan kalah bersaing dengan tenaga kerja dari negara tetangga,” jelasnya.

Masuknya dari tenaga kerja asal Filipina, Thailand, Kamboja atau Myanmar ke Indonesia dengan kompetensi yang sudah lebih baik, juga dikhawatirkan akan mengalahkan daya saing tenaga kerja Indonesia. Sehingga buruh Indonesia hanya akan menjadi penonton di negeri sendiri. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]