Nining Elitos: Apresiasi dan Hormat Saya Untuk Buruh yang Konsisten Melawan PP Pengupahan

Jakarta – Hari ini tanggal 27 November 2015 merupakan hari terakhir dari rangkaian aksi mogok nasional buruh yang dilakukan selama 4 hari, terhitung dari tanggal 24 November 2015 lalu. Berbagai bentuk aksi mogok nasional dilakukan oleh buruh di berbagai daerah untuk menuntut pencabutan Peraturan Pemerintah Nomor 78/2015 tentang Pengupahan.

Nining Elitos, Ketua Umum Konfederasi KASBI, dalam wawancaranya ketika berada di tengah-tengah massa aksi buruh di depan Kantor Bupati Bekasi, mengatakan bahwa aksi mogok nasional ini merupakan tugas dari kaum buruh Indonesia. “Dengan keberaniannya, kaum buruh Indonesia telah melakukan perlawanan untuk menolak kebijakan yang tidak pro terhadap nasib buruh,” ujarnya.

Menurutnya, konsistensi buruh untuk melakukan perlawanan dengan aksi dan mogok nasional selama empat hari ini merupakan rangkaian perjuangan yang penuh dengan tanggungjawab dan resiko yang harus dihadapi oleh kaum buruh. “Perjuangan ini dilakukan agar rakyat tidak diam ketika kebijakan pemerintah menindas,” tegasnya.

PP Pengupahan dianggapnya sebagai berbagai deretan panjang penderitaan yang dialami oleh kaum buruh. Pemerintah Presiden Jokowi yang telah dipilih oleh rakyat, seharusnya memberikan perlindungan dan keberpihakannya kepada rakyat mayoritas termasuk diantaranya adalah kaum buruh dan bukan justru memihak pada kelompok pengusaha yang telah mapan.

Namun demikian, aksi-aksi perlawanan buruh yang terjadi selama ini akan mampu mendorong kesadaran dan keberanian dari buruh untuk terus semakin maju dan membangun kekuatan yang lebih solid untuk merespon berbagai hal yang mungkin akan dialami oleh buruh pada waktu mendatang.

“Artinya, kaum buruh jangan pernah menyerah dan jangan berhenti dalam berjuang. Ini adalah bentuk nyata dari kebijakan pemerintah yang melemahkan kaum buruh, sehingga kedepan harus menjadi satu pemicu bagi buruh untuk membangun persatuan kekuatan dan perlawanan secara bersama-sama,” ujar perempuan yang pernah menjadi korban PHK tersebut.

Menurutnya, dalam keadaan sesulit apapun buruh harus tetap berlawan ketika kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak memberikan nilai kemanusian dan rasa keadilan bagi buruh.

Baginya, perjuangan buruh menolak PP Pengupahan dan berbagai kebijakan anti buruh lainnya, tidak akan berhenti saat ini. Ia memastikan bahwa pemerintah akan terus mendapatkan tekanan dari kaum buruh atas kebijakan-kebijakannya yang memihak kepentingan modal dan merugikan mayoritas kaum buruh.

Pada kesempatan itu, Nining Elitos juga memberikan rasa hormat dan apresiasinya kepada kaum buruh yang selama ini terus konsisten di lapangan untuk berjuang menolak PP Pengupahan. “Tak peduli dari serikat buruh manapun, saya berikan apresiasi dan penghormatan terhadap kaum buruh yang konsisten berjuang dan terus bergerak menuntut pencabutan PP Pengupahan,” ungkapnya. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]