Buruh di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok Tolak Konsesi JICT

Jakarta – Pada hari pertama mogok nasional, ribuan buruh dan sopir kontainer yang bekerja di pelabuhan melakukan demo di kawasan pelabuhan Tanjung Priok (24/11/2015).

Demo yang diikuti oleh 2000 peserta dan 5 serikat buruh ini, dimulai sejak pukul 06.00. Massa berkumpul di pabrik dan garasi yang sudah ditentukan. Kemudian massa bergerak munuju Jakarta International Container Terminal (JICT) dan tepat pukul 10.00 wib aksi dilakukan.

Alasan memilih tempat di di depan JICT karena Tanjung Priok merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi dan pusat kegiatan ekspor dan impor.

Menurut koordinator aksi, Abdurrahim,“demo di kawasan ini sudah sesuai berdasarkan instruksi yang diberikan oleh Komite Tolak Upah Gerakan Buruh Indonesia (KUA GBI).

Selain menuntut pencabutan Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan, mereka juga menuntut batalkan konsensi JICT dan angkat pekerja outsorching menjadi permanen.

Seperti diketahui, izin konsensi JICT akan lebih menguntungkan pihak asing daripada Indonesia. “Daripada izin ini diberikan kepada pihak asing, lebih baik dikelola oleh rakyat Indoenesia sendiri. Untungnya juga buat Indonesia juga,” ujar Abdurrahim dalam keterangannya.

Adapun 5 serikat yang tergabung dalam mogok nasional di kawasan pelabuhan Tanjung Priok antara lain, KPBI, FBTPI, FPBI, SBTPI dan SP JICT. (zek)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]