Upah Rendah Tak Cukup Untuk Biaya Pendidikan Anak Buruh

Lampung – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Nasib Buruh, mengatakan bahwa upah buruh yang rendah mempunyai kontribusi bagi angka putus sekolah. Orang tua yang menjadi buruh dengan nilai upah yang rendah membuat anak buruh tidak bisa melanjutkan sekolahnya ketingkat yang lebih tinggi.

Dengan upah yang minim, tentunya anak-anak di negeri ini tidak akan mengenyam bangku pendidikan, itu adalah kenyataan yang dirasakan masyarakat terutama di Bandar Lampung. “Tingginya angka putus sekolah saat ini disebabkan faktor upah yang rendah, untuk mengisi perutnya saja susah bagaimana mau menyekolahkan anak, bagaimana SDM mau maju,” kata Yohanes Joko Purwanto, Koordinator LSM Peduli Nasib Buruh seperti dikutpi oleh Lampost.co.

Hal tersebut disampaikan olehnya dalam aksi yang digelar oleh berbagai elemen masyarakat di depan kantor Wali Kota Bandar Lampung, kemarin (21/10/2015). Aksi itu diikuti Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL), FSBKU, KSN, Porsipel Rayon Metro, EW-LMND Lampung, SBSI 1992, SPI, SMI, dan PPI.

Dalam orasi itu sejumlah wakil pengunjuk rasa menyampaikan tuntutan kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung, diantaranya UMK 100% KHL dan menolak RPP pengupahan. “Kenyataannya, menurut Joko Purwanto, masih sulit bagi kaum buruh untuk mencapai kesejahteraannya,” ujarnya.

Menurutnya konstitusi negara telah mengamanatkan di dalam Pasal 27 Ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan setiap warga berhak atas pekerjaan dan penghidupan serta mendapatkan imbalan perlakuan yang layak dalam hubungan kerja. “Penderitaan kaum buruh kini makin diperparah dengan minimnya upah yang mereka terima,” terangnya.

Kondisi yang terjadi kini masyarakat merasakan sebagai buruh makin tertekan. Hal ini berimbas pada dunia pendidikan dengan sulit mengakses pendidikan kini. Akibatnya, banyak anak Indonesia tidak mampu mengenyam bangku pendidikan karena mayoritas dari mereka merupakan anak kaum buruh.

Ia mengatakan bahwa upah yang didapat buruh masih rendah dan belum layak, serta diperparah dengan kehadiran PP Pengupahan. “Bagaimana mau meyekolahkan anak sedangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup saja tidak cukup, padahal salah satu penopang untuk perkembangan suatu bangsa adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusaia melalui pendidikan,” jelasnya. (jum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]