Sekjend KSPSI: Formula Pengupahan Baru Melanggar Konvensi ILO dan UU Ketenagakerjaan

Jakarta – Berbagai serikat buruh masih merespon dengan sangat tegas aturan baru pemerintah yang menetapkan formulasi baru dalam sistem pengupahan yang berlaku di Indonesia. Respon yang dilakukan oleh serikat buruh bukan saja dalam bentuk aksi-aksi penolakan, namun juga dengan berbagai kajian-kajian hukum.

Subiyanto Pundi yang merupakan Sekretaris Jendral Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menilai bahwa formulasi penentuan upah baru tersebut telah mengamputasi hak dari serikat buruh unutk melakukan perundingan dalam penentuan upah seperti yang selama ini terjadi melalui forum dewan pengupahan.

Penetapan rumus tersebut juga telah mengebiri hak pekerja dan serikatnya dalam penentuan upah. Ini melanggar konvensi ILO, harusnya pemerintah tidak boleh menentukan upah secara sepihak, upah harus ditentukan pekerja dan pengusaha, pemerintah hanya bantu fasilitasi saja,” ujarnya seperti dikutip oleh Kontan kemarin (18/10/2015).

Ia juga mengkritisi formulasi pengupahan yang dibuat oleh Kementerian Ketenagakerjaan tersebut terlampau sederhana sehingga membuat nilai dari hasil kenaikan perhitungan upah menjadi lebih kecil daripada sistem yang berlaku sebelumnya. “Dulu ada lima asas; survey KHL, pertumbuhan ekonomi daerah, pasar kerja, upah daerah sekitar, baru inflasi, sekarang ini dikebiri tinggal dua,” katanya.

Perihal pengamputasian dan tidak diakomodirnya hak serikat pekerja dalam penetapan upah dinilainya bertentangan dengan ketentuan yang berlaku dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Ia menyebutkan bahwa PP Pengupahan bertentangan dengan Pasal 89 Ayat 3 UU Ketenagakerjaan, yang berbunyi “Upah minimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Gubernur dengan memperhatikan rekomendasi dari Dewan Pengupahan Provinsi dan/atau Bupati/Walikota.” (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]