Swedia Terapkan 6 Jam Kerja Berdasarkan Bukti-Bukti Positif

Belakangan ini negara Swedia menjadi perhatian dunia terkait dengan kebijakannya yang secara progresif menurunkan jam kerja dari 8 jam menjadi 6 jam kerja. Dalam berbagai penelitian yang dilakukan, pengurangan jam kerja justru akan menambah produktifitas dari para pekerja.

Pepatah setempat mengatakan bahwa “bekerja seharian dan tidak ada waktu santai membuat manusia menjadi boneka” yang kemudian coba mereka buktikan. Beberapa ahli mencoba membuktikan bahwa mereka dapat membuat pekerja bekerja lebih baik dan kurang stress dengan jam kerja 6 jam.

Pada tahun 2002, pabrik Toyota di Gothenburg, Swedia, memimpin penelitian ini, mereka memulai shift kerja 6 jam dengan bayaran 8 jam. Ternyata hasilnya menunjukan meningkatnya produktivitas. Selain itu juga jumlah staf yang sakit menurun, dan mereka lebih fokus dengan tugas mereka.

Salah satu pekerja menyatakan bahwa karena waktu kerja yang pendek membuat mereka jarang beristirahat, biasanya mereka beristirahat 10 – 15 menit lalu kembali bekerja, karena mereka harus melihat lagi apa yg ditinggalkan sebelum istirahat. Dengan berkurangnya waktu kerja Toyota juga mengurangi waktu istirahat dan secara cepat hal tersebut meningkatkan produktivitas.

Pemerintah Swedia mau menemukan bahwa pendekatan ini benar-benar bermanfaat. Swedia selalu mengambil langkah berbeda mengenai bagaimana menjaga pekerja dan memiliki sistem penghargaan bagi pekerja yang loyal, berdedikasi dan memiliki tingkat pendidikan yang tinggi.

Beberapa ahli ekonomi menganggap bahwa percobaan ini sangat berbahaya, mereka memperingatkan pemerintah bahwa jam kerja yang pendek akan berdampak pada kondisi ekonomi yang tidak stabil, khususnya apabila pekerja menerima upah yang sama dengan jam kerja yang lebih pendek.

Swedia memiliki kesejahteraan yang tinggi untuk Negara dimana pekerja tidak bekerja dengan jam kerja yang lama. Di swedia, rata-rata pekerja hanya bekerja 1,621 jam pertahun. Sementara rata-rata pekerja di Amerika bekerja selama 1,790 jam pertahun, dan di Inggris pekerja bekerja 1,654 jam pertahun.

Dalam hal produktivitas, tenaga kerja swedia memang bukan yang paling tinggi, pekerja Amerika dan Belanda memiliki produktivitas yang lebih tinggi. Namun, Gothenburg harus dihargai untuk percobaan mereka yang sangat berani. Dengan masa hidup yang meningkat, pekerja perlu untuk mulai memikirkan bagaimana menjaga loyalitas dan menurunkan turnover diantara pekerja yang memiliki skill tinggi.

Mats Pilhelm, konselir kota dari partai kiri di Gothenburg, menyatakan bahwa “Orang memiliki waktu kerja yang panjang, dan penting untuk memikirkan berbagai jalan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih humanis untuk mereka di tempat kerja,” ujarnya.

Berkurangnya jam kerja membuat konflik antar pekerja menurun hal ini dikarenakan mereka lebih bahagia kareka memiliki lebih banyak waktu untuk bersantai atau dihabiskan bersama keluarga.

Di Toyota Service Center di Gothenburg selaku pelopor jam kerja 6 jam, telah melaksanakan lebih dari satu dekade. Mereka memangkas jam kerja menjadi 6 jam sehari 13 tahun yang lalu dan mereka tidak menyesal melakukan hal itu.

Menurut Martin Banck, Managing Director Toyota yang memiliki ide memangkas jam kerja mekanik dengan gaji yang sama, saat shift masih 8 jam, konsumen tidak senang karena mereka harus mengatri lama untuk pelayanan, dan pekerja sangat stress dan menyebabkan tingginya kesalahan dalam bekerja.

Sejak jam kerja dipangkas menjadi 6 jam tiap shift, 36 mekanik yang terlibat merasa lebih baik, tingkat pegawai yang mengundurkan diri juga lebih sedikit dan lebih mudah dalam rekrut orang bekerja. Mereka mendapatkan waktu yang lebih pendek untuk datang ke tempat kerja, dan efisiensi meningkat, biaya yang dikeluarkan lebih sedikit sehingga semua orang bahagia. Ditambah lagi dengan meningkatnya keuntungan sampai 25%. (ver)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]