SPSI Kab. Maros Tolak Dirumahkannya 21 Buruh PT KBI

Makasar — PT Kurnia Batu Indah (PT KBI) sebuah perusahaan yang bergerak dibidang tambang batu marmer kembali mengalami perselisihan hubungan industrial dengan para buruhnya.

Diketahui, para buruh PT KBI beberapa kali melakukan aksi protes dan mogok kerja menuntut pemberlakuan upah yang tidak sesuai dengan ketentuan. Persoalan tersebut juga sempat disampaikan ke DPRD Maros dan sudah empat kali dilakukan rapat dengar pendapat.

Upah di Kabupaten Maros sendiri senilai Rp.2 juta, namun perusahaan hanya membayarkan Rp.1,8 juta dengan dalih perusahaan belum mampu membayarkan karena penjualan produk perusahaan belum bisa menjamah pasar luar negeri.

Kali ini perselisihan hubungan industrial baru saja merumahkan 21 buruhnya. Namun keputusan merumahkan buruhnya tersebut tidak disertai dengan kejelasan kapan para buruh akan dipekerjakan kembali.

Serikat buruh yang menaungi para buruh, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) menyatakan protesnya terhadap keputusan perusahaan. “Para buruh yang dirumahkan itu hanya mendapatkan upah 20 persen atau Rp360 ribu/bulan,” ujar Muh Ridwan, Ketua SPSI Maros.

Menurutnya, anyak perusahaan di Maros yang merumahkan buruh. “Tapi teman-teman di PT KBI saja yang berani melawan. Soalnya mereka dirumahkan tanpa batas waktu jelas,” jelasnya.

Keputusan merumahkan 21 buruh tersebut tertuang dalam surat bernomor 02/KBI/EXT/IX/2015, tanggal 28 September 2015 lalu memberhentikan ke-21 buruh.

Sebelumnya perusahaan juga menjanjikan akan mendaftarkan para buruh dalam program BPJS yang memang merupakan kewajiban dari perusahaan. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]