Serikat Buruh di Batam Menuntut Upah 2016 Sebesar 3,5 Juta

Batam – Pada bulan Agustus dan September 2015 ini, Dewan Pengupahan Kota Batam telah melakukan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) bagi buruh. Dan dalam survei tersebut, angka KHL yang muncul adalah sebesar Rp. 2.750.000,- untuk bulan Agustus dan Rp. 2.810.000,- pada survei bulan September.

Besaran angka KHL tersebut jika dibandingkan pada bulan yang sama tahun 2015, terdapat selisih KHL sebesar 28,2%, dimana pada tahun lalu KHL hanya sebesar RP. 2.175.000,-. Artinya sepanjang tahun 2015 para buruh di Batam mengalami penurunan daya beli sampai dengan 28,2%.

Menurut Suprapto, Sekretaris Konsulat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) cabang Batam, selama ini buruh harus menanggung beban penurunan daya beli tersebut, karena upah yang didapat tidak mencukupi kebutuhan hidup yang layak pada saat ini. “Upah buruh di Batam saat ini sebesar 2,68 juta rupiah, sementara untuk mencukupi kebutuhan hidup layak saat ini sebesar 2,81 juta,” ujarnya menjelaskan kepada reporter Kabar Buruh.

Ia juga menjelaskan bahwa situasi mata uang rupiah yang saat ini melemah teradap dolar, justru memberikan keuntungan yang besar bagi perusahaan di Batam. Karena banyak perusahaan di Batam yang berorientasi ekspor dan menggunakan mata uang dolar Singapura sebagai nilai tukar. “Jika upah kami dikurs dalam dolar Singapura, maka perusahaan juga telah mendapatkan keuntungan dari selisih upah kami,” ujarnya.

Pada tahun lalu, 1 dolar Singapura hanya sebesar 8.000 ribu rupiah, sementara saat ini mencapai 10.000 ribu rupiah. “Jika gaji kami dihitung dalam dolar Singapura, maka gaji kami saat ini hanya sekitar 268 dolar. Dengan kurs tahun lalu, nilai kami sekitar 302 dolar. Ada selisih uang yang dinikmati oleh perusahaan akibat dari melemahnya rupiah,” terangnya.

Dengan dasar inilah, maka menurutnya tak ada alasan bagi pengusaha untuk menolak menaikan upah buruh pada tahun 2016 nanti. Adapun besaran Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) yang dimunculkan oleh kalangan buruh untuk tahun 2016 nanti adalah sebesar 3,3 sampai dengan 3,5 juta rupiah per bulan.

Pihaknya juga menolak jika pengusaha berdalih pelemahan ekonomi untuk tidak menaikan upah buruh secara signifikan pada saat ini. Karena menurutnya, perusahaan-perusahaan justru seharusnya meminta kepada pemerintah untuk dapat menstabilkan kondisi ekonomi agar usaha berjalan dengan baik, dan tidak menjadikan buruh sebagai korban lagi atas situasi ekonomi saat ini.

Ketika dikonfirmasi apakah buruh akan melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut upah sesuai dengan keinginan buruh, Suprapto mengatakan bahwa hal tersebut mungkin saja terjadi jika pemerintah tidak mau mengakomodir tuntutan buruh. “Dalam organisasi kami sistemnya adalah Konsep, Lobby dan Aksi. Jika konsep sudah kami tawarkan, lobby sudah kami lakukan, tapi tidak menghasilkan sesuai keinginan buruh, maka pilihan aksi massa akan kami lakukan,” terangnya.

Suprapto yang juga merupakan Panglima Garda Metal FSPMI Batam menjelaskan bahwa upah yang merupakan jaring sosial paling dasar bagi buruh, saat ini sudah tidak mencukupi untuk kebutuhan kehidupan layak buruh, maka kenaikan upah buruh sebesar 3,5 juta harus direalisasikan oleh Pemerintah Kota Batam. (gum)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]