2000 Buruh di Malang alami PHK akibat Krisis Ekonomi

Dampak dari krisis ekonomi yang melemahkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berimbas pada bidang ketenagakerjaan. Di Kabupaten Malang, tercatat sekitar 2000 buruh mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemecatan dilakukan oleh perusahaan yang kebanyakan berbahan baku impor.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Hubungan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, Achmad Rukminto. “Perusahaan melakukan PHK secara terselubung. Tapi Dinas Tenaga Kerja sudah tahu,” jelasnya, seperti dilansir dari Tempo.co, Kamis (10/9/2015).

Menurut Rukmianto, PHK terselubung dilakukan atas dasar kesepakatan antara pengusaha dan pihak perwakilan buruh. Namun, lanjutnya, mereka tidak melaporkan PHK tersebut pada Disnaker. Hal ini tidak menjadi masalah apabila kedua belah sepakat.

Namun, untuk mencegah agar pemecatan yang terjadi tidak meluas, Disnaker meminta perusahaan untuk mempertahankan buruh walaupun dengan mengurangi hak-hak para buruh. Misalnya, seperti mengurangi lembur dan jam kerja. “Namun, hal itu tentu perlu disepakati terlebih dahulu antara kedua belah pihak,” jelasnya.

Apabila gelombang PHK meluas, lanjutnya, maka dampaknya pun akan luas ke berbagai hal. Hal-hal seperti sengketa uang pesangon dan hak buruh lainnya akan banyak terjadi. Selain itu, PHK juga akan mempengaruhi perekonomian di Malang, mengingat banyaknya perusahaan baik kecil, menengah, maupun besar yang jumlahnya mencapai seribu.

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]