Seribuan Buruh Outsourching Pertamina Akan Melakukan Aksi di Kantor Pusat Pertamina

Jakarta — Sistem kerja kontrak dan Outsourcing memang merupakan momok bagi buruh, dengan menggunakan sistem kerja kontrak – outsourcing membuat hubungan kerja buruh-pengusaha menjadi fleksibel/lentur. Artinya hubungan kerja menjadi lebih mudah untuk diubah atau ditiadakan tanpa konsekuensi berat bagi pengusaha.

UU No. 13 Tahun 2003 sebenarnya menetapkan pembatasan-pembatasan atas kerja kontrak pada jenis pekerjaan tertentu/musiman dan tidak diadakan untuk pekerjaan  yang bersifat tetap atau terus menerus, namun tenyataanya nyaris semua peraturan ini dilanggar oleh PT Pertamina Persero.

Pertamina yang merupakan perusahaan Negara (BUMN) yang pada tahum 2013 memiliki keuntungan 32,05 triliun rupiah tersebut ternyata mempraktekan sistem kerja kontrak dan outsourcing yang jelas-jelas telah melanggar aturan perundangan yang berlaku.

Sedianya sekitar 500 an buruh Pertamina dari berbagai daerah seperti Indramayu, Palembang dan daerah lain yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Migas FSB Migas – Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (FSB-KASBI) akan melakukan aksi di Kantor Pertamina.

Mereka menuntut penghapusan sistem outsourching di  PT Pertamina (persero) dan anak-anak perusahaannya, serta mendesak dihilangkannya diskriminasi hak pekerja atau buruh di lingkungan PT Pertamina.

Menurut Ketua Umum KASBI, banyaknya vendor yang ada di Pertamina semakin memunculkan pelanggaran dan mengkebiri hak para buruh outsouching di Pertamina dengan berbagai macam cara. “Banyak buruh mengalami ketidakadilan terkait hak-haknya di Pertamina, ini sangat ironis karena Pertamina adalah perusahaan migas besar,” ujarnya.

FSB Migas-KASBI menyatakan bahwa persoalan muulai dari keterlambatan pembayaran upah, penyediaan alat pelindung diri yang tidak sesuai karena pemotongan anggaran serta kepesertaan BPJS yang begitu lambat di realisasi di beberapa daerah.

“Mereka yang saat ini telah bekerja pada jenis pekerjaan bukan musiman dan terus menurus sampai puluhan bahkan belasan tahun masih menggunakan sistem kerja kontrak,” tambah Nining mengurai masalah perburuhan di Pertamina.

Rencananya aksi yang akan dilakukan pada 7 September 2015, pada pukul 10.00 WIB itu juga akan diikuti oleh sekitar 500 orang dari kalangan buruh  dari sektor-sektor lain sebagai bentuk solidaritas. (gunawan)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]