Akibat Kecelakaan Kerja, Setiap Hari 9 Nyawa Buruh Melayang

Jakarta – Salah satu isu yang diangkat oleh aksi buruh Selasa kemarin (1/9/2015) tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), terkait dengan cukup banyaknya kasus kecelakaan kerja yang terjadi dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, ternyata sesuai dengan data dan kondisi realita yang ada secara umum di Indonesia.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan melansir data bahwa dalam kurun waktu sepanjang tahun 2014 lalu, 9 orang buruh setiap harinya meninggal karena kecelakaan kerja. Informasi tersebut disampaikan oleh Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan, Amri Yusuf, dalam acara BPJS Ketenagakerjaan Fair di Semarang pada tanggal 27 Agustus 2015 lalu.

Dari data tersebut, Amri mengatakan akan pentinganya dijalankannya sistem jaminan sosial, sebagai sebuah upaya dari pemerintah untuk meredam kasus kecelakaan kerja akibat dari niatan dari perusahaan yang ingin mengambil keuntungan yang besar. “Ini bukan program belas kasihan, tapi sebuah program yang bermartabat dan sifatnya berprinsip gotong royong,” ujarnya menjelaskan.

Dengan adanya kebijakan baru dan tata kelola sistem jaminan sosial, para pekerja akan menerima banyak manfaat sekalipun besaran iuran yang dibayarkan tetap sama. Dia menyebutkan bahwa pekerja yang mengalami kecelakaan kerja yang dahulu batas platfon pengobatannya hanya sebesar 20 juta rupiah, sekarang BPJS Ketenagakerjaan akan menanggung berapapun biaya pengobatan sampai sembuh.

Sementara bagi pekerja yang mengalami cacat fungsi akibat dari kecelakaan kerja, akan diikutsertakan dalam program rehabilitasi dan dipekerjakan kembali. (gunawan)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]