KSPI: Menghapus Aturan TKA Bisa Berbahasa Indonesia, Sama Saja Memiskinkan Rakyat

Jakarta, 24 Agustus 2015

Setelah usai polemik perburuhan tentang revisi Peraturan Pemerintah tentang Jaminan Hari Tua, kali ini kebijakan pemerintah yang ingin menghapus syarat bagi Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk bisa berbahasa Indonesia, mendapat penolakan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Aturan yang termaktub dalam Pasal 26 ayat (1) Permenaker Nomor 12 tahun 2013 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing, sedianya hendak dihapuskan oleh pemerintah Jokowi dengan alasan untuk kepentingan investasi.

Menanggapi rencana tersebut, KSPI menyatakan menolak keras kebijakan tersebut. Karena hal itu sama saja membiarkan masuknya puluhan ribu TKA, khususnya dari Tiongkok ke Indonesia. Dan kebijakan tersebut dianggap dapat mengancam kedaulatan bangsa, mengurangi lapangan kerja bagi buruh Indonesia.

Melalui aiaran persnya, KSPI menilai bahwa para pekerja asal Tiongkok yang menjadi operator, telah mengambil lahan pekerjaan bagi buruh Indonesia. Pekerjaan operator tersebut bisa dikerjakan orang Indonesia, sehingga tujuan investasi untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan akan gagal.

Oleh karenanya, KSPI meminta pemerintah untuk menghentikan sekarang juga masuknya ratusan ribu pekerja asing “unskill/operator” ke Indonesia dan membatalkan pasal perjanjian investasi yang memasukan butir membolehkan pekerja asing bekerja di proyek investasi tersebut, seperti yang sudah terjadi di Papua, Pandeglang, Banten dan Batam.

Bagi KSPI, apabila pemerintah masih bersikukuh menjalankan kebijakan itu, berarti sama saja memiskin buruh dan rakyat Indonesia.

Semetara, menurut Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, seperti dikutip oleh Kompas, menyatakan sudah menindaklanjuti arahan Presiden dengan diterbitkannya Permenaker 16/2015 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing, yang tidak lagi dikenakan syarat bahasa Indonesia. Hanif menuturkan, Permenaker itu telah ditetapkan pada 29 Juni 2015 lalu. (ZG)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]