Pemkot Bekasi Akan Naikan Kesejahteraan Tenaga Kerja Kontrak Pemkot

Jawa Barat, 22 Agustus 2015

Pemerintah Kotamadya Bekasi, melalui Rahmat Effendi, selaku Walikota sedang mempertimbangkan pembuatan kebijakan yang diperuntukan bagi tenaga kerja kontrak yang bekerja di pemerintahan Kota Bekasi.

Adapun tujuan dari rencana kebijakan tersebut adalah untuk meningkatkan kesejahteraan bagi tenaga kerja kontrak. Bentuk dari kebijakan tersebut adalah kenaikan gaji dan pemberian asuransi kesehatan.

Menurutnya, kesejahteraan tenaga kerja kontrak masih dibawah dari para buruh. Asumsi tersebut dilatarbelakangi masih lebih rendahnya gaji yang diterima tenaga kerja kontrak Pemkot Bekasi, dibandingkan dengan Upah Minimum Kota (UMP) Bekasi tahun 2015 yang diterima para buruh.

Selisih besaran upah antara tenaga kerja kontrak dengan buruh hampir 2 kali lipat. Gaji yang diterima oleh tenaga kerja kontrak di Kota Bekasi adalah sekitar 1,1 juta rupiah, adapun upah buruh berdasarkan UMK Kota Bekasi mencapai angka 2,9 juta rupiah.

Rencananya Pemkot Bekasi akan ingin menyetarakan gaji tenaga kerja kontrak dengan UMK Bekasi, serta besaran asuransi 10 ribu rupiah per tenaga kerja kontrak, per bulan. Dan untuk merealisasikannya, Pemkot Bekasi akan menyiapkan anggaran tambahan sebesar 6 miliar rupiah, untuk 5000 tenaga kerja kontrak yang ada saat ini.

Walau kebijakan tersebut adalah kewenangan dari Pemkot Bekasi, namun demikian, Pemkot Bekasi masih akan berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Pemprov Jawa Barat dan Kementerian Dalam Negeri. Hal ini dilakukan agar tidak ada ketentuan yang dilanggar oleh Pemkot. (AG)

 

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]