Terlalu Sering Kerja Lembur Dapat Menimbulkan Stroke

Jakarta, 21 Agustus 2015

Kesehatan memang satu hal yang sangat penting, karena penyakit tidak pernah pandang bulu menyerang siapapun, kaya-miskin, atau tua-muda. Nah, bagi anda yang sering bekerja sampai lembur, baik bekerja di pabrik atau di kantor, sepertinya anda harus berhati-hati dan benar-benar bisa menjaga kesehatan.

Satu penelitian terbaru menyatakan bahwa pekerja yang suka lembur dapat memiliki resiko lebih tinggi terkena stroke diwaktu mendatang. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah The Lancet, pada tanggal 19 Agustus 2015 lalu telah menunjukan hal tersebut.

Adapun penelitian tersebut diambil dari sebanyak 25 penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, Eropa, dan Australia dalam waktu 8,5 tahun dengan lebih dari 600 ribu partisipant, baik pria dan wanita.

Penelitian yang dikepalai oleh Mika Kivimaki, profesor epidemiologi di University College London menunjukan hasil bahwa orang yang bekerja selama lebih dari 55 jam dalam satu minggu, atau sekitar 11 jam disetiap harinya, akan memiliki kemungkinan resiko mengidap penyakit jantung 13% lebih tinggi, dibandingkan dengan mereka yang bekerja pada waktu normal (8 jam per hari, atau 40 jam seminggu).

Namun demikian, Mika Kivimaki menyatakan bahwa penelitian ini belum mampu memastikan secara langsung antara kecenderungan bekerja berlebihan dengan risiko stroke dan penyakit jantung lainnya, dan menyarankan agar para pekerja selalu memperhatikan tingkat aktivitas fisiknya, serta pola makan dan kualitas tidur.

Sementara dalam penelitian lain yang dilakukan oleh Dr Paul Wright, kepala neurologi di North Shore University Hospital, New York, yang melibatkan sebanyak 529 ribu pria dan wanita yang dipantau selama 7 tahun, menunjukan angka yang lebih besar.

Hasilnya menunjukan bahwa orang yang bekerja selama lebih dari 55 jam dalam satu minggu memiliki kemungkinan resiko lebih besar terkena stroke hingga 34%, dibandingkan mereka yang bekerja dalam waktu kerja yang standar.

Namun semua penelitian tersebut juga menyebutkan akan adanya faktor-faktor lalin yang memengaruhi kondisi ini. Di antaranya adalah kurangnya pergerakan fisik, tingkat stres yang tinggi, serta kecenderungan mengonsumsi minuman beralkohol merupakan faktor-faktor utamanya.

Dr Stephan Mayer, Kepala Perawatan Neurocritical di Mount Sinai Health System, New York City, menjelaskan bahwa hubungan atau kemungkinan dalam penelitian tersebut diatas, yang dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat awam adalah bahwa stres akan datang seiring dengan jam kerja yang panjang.

Pada umumnya para pekerja yang melakukan lembut akan mendapatkan tekanan pada diri sendiri untuk menunjukan performa yang baik di kantor atau untuk mendapatkan uang tambahan, sehingga mereka meninggalkan waktu relaksasi untuk berkumpul bersama keluarga atau rekan-rekannya, juga merelakan mengurangi waktu mereka untuk istirahat. (ZG)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]