KSPI Tuntut Ganti Rugi 2 Miliar Kepada Tiap Korban Kebakaran PT Mandom Indonesia

Jakarta, 18 Agustus 2015

Kasus kecelakaan kerja berupa kebakaran pabrik yang melanda PT Mandom Indonesia Tbk, beberapa waktu lalu yang berlokasi di Cikarang, Bekasi, mendapatkan respon keras dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), yang telah melayangkan somasi kepada PT Mandom Indonesia Tbk.

Kebakaran yang telah merenggut 27 nyawa para buruh dan 30 korban luka-luka tersebut dinilai menjadi tanggung jawab dari perusahaan. Ada beberapa hal yang dituntut oleh KSPI terkait kecelakaan kerja yang menewaskan puluhan korban jiwa itu.

“Kami telah melayangkan somasi kepada PT Mandom Indonesia, dan kami memberikan waktu 14 hari untuk menjawab dan ini sudah masuk hari yang ketujuh,” kata Presiden KSPI, Said Iqbal, dalam konferensi pers di Hotel Mega Cikini, Jakarta, Hari ini (18/8/2015).

Adapun tuntutan dari KSPI antara lain adalah meminta agar kepolisian memidanakan pengusaha yang melakukan dugaan pembunuhan dan pelanggaran Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Temuan dari KSPI menyatakan bahwa PT Mandom Indonesia telah mempekerjakan karyawan magang di pabrik, padahal untuk pekerjaan yang mereka lakukan butuh keahlian dan ketrampilan khusus.

PT Mandom Indonesia terhitung masih baru beroperasi dan para pekerjanya tidak diberikan pelatihan K3. Mereka bekerja dan mengejar launching pabrik. Belum dilatih dan berstatus magang. Sementara perusahaan terkesan memaksakan pekerja magang dan belum dilatih K3, untuk bekerja di tempat yang risikonya tinggi.

Selain itu, Said juga meminta agar kepolisian segera mengumumkan hasil penyelidikan laboratorium forensik terkait kebakaran yang menimpa pabrik tersebut. Sementara terkait dengan tuntutan ganti rugi kepada korban, KSPI menuntut PT Mandom Indonesia sebesar 2 miliar rupiah kepada masing-masing korban.

Sebelumnya, pihak perusahaan telah menyatakan akan menanggung semua kerugian yang menimpa buruh dan akan memberikan uang santunan sebesar 250 juta rupiah kepada setiap korban.

Dan tuntutan terakhir dari KSPI adalah meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk memberikan teguran dan tindakan keras kepada Kementerian Ketenagakerjaan yang dianggapnya lambat dalam penanganan dan penyelesaian kasus kecelakaan kerja tersebut. (ZG)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]