Santunan 48 Kali Gaji Bagi Pekerja Yang Meninggal Karena Kecelakaan Kerja

Jakarta, 11 Agustus 2015

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Elvyn G Masassya, menyatakan bahwa buruh yang meninggal dunia akibat dari kecelakaan kerja, akan mendapatkan santunan dari BPJS sebesar 48 kali lipat dari gaji terakhir.

Hal ini disampaikannya pada sebuah acara sosialisasi era baru BPJS Ketenagakerjaan, kemarin (10/8/2015), di Palembang. Kebijakan tersebut adalah bagian dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

“Masyarakat harus diberikan pemahaman bahwa iuran BPJS tidak mengalami perubahan, yakni 0, 24% dari upah untuk program JKK, dan iuran sebesar 2% untuk pemberi kerja dan 1% untuk pekerja untuk Jaminan Kematian,” ujar Evlyn menjelaskan.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri. Bahwa manfaat dari kepesertaan BPJS inilah yang kemudian mendorong pemerintah untuk mewajibkan bagi setiap perusahaan untuk mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS.

Hanif juga mencoba memperbandingkan BPJS dengan program jaminan sosial lainnya. Menurutnya tak ada program seperti BPJS JKK yang memberikan santunan kepada korban meninggal dunia karena kecelakaan kerja, sampai sebesar 48 kali gaji.

Ia berharap perusahaan untuk mengikuti aturan tersebut dan ikut serta dalam program BPJS JKK, JHT, JK, JP. “Jangan sampai kewajiban ini dipandang sebagai beban, tapi sebagai investasi untuk menciptakan hubungan industrial yang sehat dan baik,” katanya. (GA)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]