2000 Massa KSPI Akan Aksi Dan Somasi Kemenaker Terkait Kecelakaan Kerja

Jakarta, 9 Agustus 2015

Terkait dengan maraknya kasus kebakaran pabrik yang mengakibatkan kecelakaan kerja dalam kurun waktu 2 bulan terakhir, yang telah memakan puluhan korban dari pihak buruh. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) akan melakukan aksi unjuk rasa untuk menuntut kejelasan penangangan tersebut besok, (10/8/2015).

Dalam lampiran surat instruksinya, KSPI menyerukan kepada para anggotanya disekitar Jabodetabek untuk bergerak menunut pemerintah menangani kasus-kasus kebakaran pabrik yang terjadi beberapa waktu lalu.

Aksi yang akan dilakukan di Kementerian Ketenagakerjaan tersebut juga akan menyertakan surat somasi kepada Kementerian Ketenagakerjaan atas meninggalnya 23 orang buruh akibat kecelakaan kerja.

Seperti diketahui, sebanyak 22 orang buruh meninggal dunia karena kebakaran yang melanda PT Mandom. Sementara 1 orang buruh meninggal karena ledakan yang terjadi di PT Gunung Garuda, perusahaan peleburan besi dan baja.

Sebelumnya, pada awal bulan, KSPI dalam pernyataan sikapnya menuntut kepada DPR RI untuk membentuk pansus, untuk menangani kasus Kesehatan dan Keselematan Kerja (K3), yang dianggap tidak berjalan dengan baik sehingga memakan korban dari pihak buruh. Bahkan juga menuntut kepada Presiden Jokowi untuk turun langsung mengatasi masalah K3.

Sedianya aksi tersebut akan digelar mulai pukul 09.00 WIB di depan gedung KPK, dimana KSPI akan melaporkan adanya dugaan indikasi tindakan korupsi dan suap pejabat Polres Purwakarta oleh pimpinan perusahaan PT Indofood CBP, Purwakarta. Lalu pada pukul 12.00 WIB akan melanjutkan aksinya di Kementerian Ketenagakerjaan.

Menurut Presiden KSPI, Said Iqbal, tak kurang dari 2000 massa buruh siap untuk dimobilisasi dalam aksi unjuk rasa tersebut. Selain menunut kepada pemerintah, aksi tersebut juga adalah wujud dari solidaritas kepada sesama buruh yang menjadi korban kecelakaan kerja.

Kondisi kerja saat ini memang cukup mengkhawatirkan, cukup banyak kasus kecelakaan kerja yang terjadi dan memakan korban dari kalangan buruh. Pengawasan dari Dinas Ketenagakerjaan seperti berjalan tidak efektif, karena rentetan kebakaran pabrik terus terjadi. (AG)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]