Akibat Kerusuhan, Produksi ExxonMobil Bojonegoro Berkurang

Jawa Timur, 2Agustus 2015

Menurut Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto, situasi di area kerja EPC 1 saat ini sudah tertangani. Seperti diketahui, kemarin ribuan buruh ExxonMobil mengamuk dan mengakibatkan satu mobil dan pos keamanan dibakar.

Sebagai langkah pencegahan, ExxonMobil telah mengurangi produksi di area yang terdampak. Tercatat, dalam sehari produksi minyak Bayu Urip pada tingkat 80.000 barrel per hari. Biasanya produksi minyak di blok Cepu dalam sehari memproduksi 84.000 sampai dengan 85.000 barrel per hari.

Menurut Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Elan Biantoro, pengurangan produksi ini karena kasus yang terjadi kemarin dan akan dilihat setelah siklus 24 jam ke depan.

Kemarin adalah untuk pertama kalinya perusahaan memberlakukan satu pintu, dimana sebelumnya tiga pintu. “Akibat dari kerusuhan tersebut, ada beberapa fasilitas yang ditutup karena harus diperbaiki akibat amuk massa,” kata Elan.

Kericuhan itu sendiri terjadi pada saat jelang jam istirahat siang pukul 11.30 WIB. Para pekerja yang sudah antre memanjang di pintu masuk-keluar area proyek, marah karena berdesak-desakan dan ada beberapa pekerja yang jatuh. Hal tersebut memicu kemarahan pekerja lain sehingga tak lama kemudian pekerja beraksi, lalu membakar kendaraan dan pos keamanan. (AG)

 

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]