Program BPJS Ketenagakerjaan Bagi Pekerja Informal

Jakarta, 1 Agustus 2015

Dalam keterangan tertulisnya, BPJS Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan juga dapat diakses oleh para pekerja yang masuk dalam kategori Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja informal. Para pekerja yang masuk dalam kategori ini diantaranya adalah nelayan, tukang ojeg, pedagang, petani, loper koran dan lain sebagainya.

Adapun manfaat yang dapat diterima oleh peserta BPU tidak ubahnya dengan penerima manfaat program BPJS Ketenagakerjaan di sektor formal. Pada pekerja BPU juga wajib untuk ikut serta dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan juga Jaminan Kematian (JK). Sementara untuk program Jaminan Hari Tua (JHT), dapat ikut serta secara sukarela.

Terhitung sejak tanggal 1 Juli 2015, melalui Peraturan Pemerintah yang akan disahkan, para pekerja BPU yang mengalami kecelakaan kerja, akan mendapatkan manfaat program JKK berupa pengobatan sampai sembuh tanpa batasan biaya. Sementara jika kecelakaan kerja tersebut berujung pada kondisi disabilitas, maka peserta dapat mengikuti program Return To Work (RTW), atau program pelatihan pasca kecacatan kepada peserta, yang tujuannya adalah untuk memastikan peserta dapat bekerja kembali.

Situasi lain yang dapat dirasakan oleh pekerja BPU adalah ketika peserta BPU meninggal dunia atau cacat tetap karena kecelakaan kerja akan memperoleh santunan sebesar Rp 86,4juta ditambah beasiswa pendidikan anak sebesar Rp 12 juta. Sedangkan jika meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, maka ahli warisnya akan mendapatkan manfaat program JK sebesar Rp 24 juta ditambah beasiswa pendidikan anak sebesar Rp 12 juta.

Peserta dapat mendaftarkan diri cukup dengan menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP Elektronik serta nomor telepon seluler, melalui website resmi BPJS Ketenagakerjaan, bank kerjasama (ATM,teller) dan mitra kerja sama lainnya. Hal ini dilakukan untuk mempermudah akses para calon peserta untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Adapun pembayaran iuran peserta BPU dapat dilakukan setiap bulan ataupun secara periodikal per tiga bulanan, enam bulanan hingga 12 bulanan, sesuai dengan kemampuan peserta. Semua program tersebut adalah salah satu bentuk komitmen dari BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan bagi peserta BPU. (ZG)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]