Obon Tabroni: 700 Lebih Buruh Di Bekasi Mengadu Soal THR

Jakarta, 24 Juli 2015

Seperti dilansir oleh media online pojoksatu.id kemarin, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi mengaku belum mendapatkan pengaduan tentang perusahaan yang belum membayar THR kepada karyawannya. Namun hal ini bertolakbelakang dengan data yang dimiliki oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Hal ini disampaikan oleh Wakil Presiden FSPMI, Obon Tabroni, yang mengatakan bahwa Sebelum Idul Fitri 1436 Hijriah kemarin, Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menerima pengaduan mengenai perusahaan yang melanggar ketentuan pembayaran THR sebanyak 700 lebih buruh di Kabupaten Bekasi.

persoalan pembayaran THR yang tertunda itu sudah diselesaikan. Pihaknya sudah membicarakan persoalan itu kepada perusahaan masing-masing.

“Hampir seribu buruh yang mengadu dan berasal dari sembilan perusahaan di Kabupaten Bekasi. Padahal, THR merupakan hak bagi buruh yang harus dibayarkan sebelum Idul Fitri,” ujarnya menerangkan.

Walau demikian, kasus tersebut sudah dapat diselesaikan melalui mediasi antara serikat buruh dengan pihak perusahaan. Menurut Obon, ketidakpatuhan perusahaan dalam membayarkan THR bukan semata karena pengusahanya nakal, namun juga akibat dari perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan.

“Bahkan ada satu kasus disebuah perusahaan yang baru menyanggupi membayar THR karyawannya setelah Idul Fitri. Buruh juga nggak masalah, yang penting ada kemauan dari perusahaan untuk membayar,” ujarnya mencontohkan satu kasus THR.

Kabupaten Bekasi memang merupakan salah satu kawasan industri yang besar di Indonesia. Sehingga kemungkinan berbagai kasus perburuhan juga cukup marak terjadi, tak terkecuali dalam kasus pemberian THR. (MJ)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]