Qatar Diduga Kesampingkan HAM Bagi Buruh Migran Yang Bekerja Untuk Piala Dunia

19 Juli 2015

Sebuah Firma Hukum di Qatar mengeluarkan laporan jika terjadi keganjilan dalam memperkerjakan pekerja konstruksi membangun fasilitas Piala Dunia 2022. Para pekerja dilaporkan bernasib buruk. Laporan itu dikeluarkan tahun lalu dan laporan itu sempat didesak LSM HAM internasional untuk ditindaklanjuti.

Namun 15 bulan kemudian atau saat ini, dilaporkan tidak ada rekomendasi yang ditindaklanjuti. Sehingga kritikus mengibaratkan ribuan buruh asing di Qatar mirip seperti budak.

Sebelumnya, pada bulan Maret 2015, diberitakan bahwa Qatar akan melipatgandakan jumlah buruh migrannya di negara itu menjadi 2,5 juta sampai 2020 menjelang Piala Dunia 2022.

Sheikh Nasser bin Abdulrahman bin Nasser al-Thani, ketua Daruna, yakni perusahaan yang mengkhususkan diri pada pembangunan perumahan buruh migran mengatakan pada konferensi bisnis di Doha bahwa jumlah pekerja akan mencapai 2,5 juta dalam tiga sampai empat tahun mendatang.

Para buruh migran baru akan dipekerjakan pada proyek-proyek baru untuk Piala Dunia yang akan diselenggarakan pada 2022. Sementara untuk saat ini ada sekitar 700 ribu dan satu juta buruh migran di Qatar, di luar  total 2,3 juta penduduknya.

Sebuah subkomite Senat Amerika Serikat menduga ‘perbudakan’ di Qatar itu akibat ‘budaya’ korupsi FIFA. Bahkan dilaporkan sudah ada pekerja yang mati di Qatar. “Budaya korupsi FIFA menutup mata terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang signifikan sampai menghilangkan kehidupan dengan tragis,” kata Senator Jerry Moran dari Kansas.

Qatar membelanjakan lebih dari 200 miliar dolar AS untuk satu dekade mendatang pada sejumlah proyek infrastruktur besar, termasuk sistem metro Doha, membangun rangkaian jalan, sebuah pelabuhan baru dan tentunya stadion-stadion yang akan digunakan untuk penyelenggaraan Piala Dunia. (AG)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]