Hary Tanoe: Ekonomi Harus Kuat Untuk Menghindari PHK

Jakarta, 29 Juni 2015

 

Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo dalam acara buka puasa yang berlangsung kemarin, mengatakan bahwa perlu campur tangan dari pemerintah untuk membuat roda perekonomian lebih baik, khususnya menyangkut kondisi perburuhan.

Hal ini disampaikannya menanggapi perlambatan ekonomi yang kemudian berdampak pada penurunan daya beli masyarakat dan gelombang PHK yang semakin besar.

Kementerian Tenaga Kerja mencatat berbagai sektor usaha melakukan pemutusan hubungan kerja karena lemahnya perekonomian. Seperti pada industri textil yang menurut Asosiasi Pertextilan Indonesia (API), sekitar 50 ribu pekerja dirumahkan pada tahun ini.

Begitu juga disektor industri baja yang memangkas 20-25 persen buruhnya. Atau ratusan ribu buruh tambang yang di PHK menurut Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI).

“Kondisi ekonomi di luar negeri saat ini juga tidak bagus, ini berpengaruh pada angka ekspor Indonesia. Kita harus mencari solusi bersama-sama dan tepat sasaran,” ujarnya.

Menurutnya yang paling terkena dampak dari semua ini adalah masyarakat kelas bawah. Seperti kenaikan harga kebutuhan pokok atau naiknya nilai tukar dolar yang berimbas pada harga barang impor yang juga melonjak. Ujar pemilik dari MNC Grup ini.

Sejumlah tokoh nasional hadir dalam acara buka puasa bersama tersebut. Diantaranya adalah Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Amien Rais, Aburizal Bakrie, dan tokoh-tokoh lainnya. (ZG)

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]