Anwar Ma’ruf: PHK Menjelang Hari Raya Biasa Terjadi

Presiden Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia, Anwar Satro Maruf mengatakan bahwa fenomena pemutusan kerja selalu terjadi setiap tahun. Hal ini biasa dilakukan perusahaan sebagai upaya lari dari tanggung jawab untuk memberikan THR bagi buruh kontrak.

Menurutnya, setiap menjelang puasa selalu ada fenomena pelaku usaha melakukan pemberhentian hubungan kerja, yang biasanya berkaitan dengan kawan-kawan buruh yang statusnya kontrak. “Putus kontrak seperti itu pasti terjadi setiap tahun, karena pengusaha menghindari kewajibannya untuk membayar THR pada pekerja. Pemerintah harus tegas menindak perusahaan nakal seperti ini,” katanya.

Dia melanjutkan sebenarnya pelaksanaan sistem kontrak pada buruh sudah melanggar Undang-undang Dasar 1945. Namun, kenyataan di lapangan pemerintah sendiri selalu berusaha memutarbalikan fakta dalam pelaksanaan sistem kerja kontrak di Indonesia.

Anwar memberikan contoh, di Kementerian Tenaga Kerja sendiri pemerintah masih menerapkan sistem kerja kontrak bagi cleaning service. Tak hanya itu, hal serupa terjadi di sektor keamanan. Hal serupa juga banyak terjadi di perusahaan-perusahaan milik negara.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, Hening Widiatmoko mengaku belum mendapatkan informasi terkait adanya perusahaan yang memutus hubungan kerja jelang puasa akibat tidak mau membayar THR. “Jika ada perusahaan yang tidak membayar THR, kami akan membuka posko pengaduan bagi buruh,” ujarnya.

Kendati demikian, Hening mencoba membela fenomena tersebut dengan mengatakan bahwa jika ada perusahaan yang memutus kontrak buruhnya, bukan karena tidak mampu membayar THR, tapi sudah direncanakan jauh sebelumnya.

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]