Malam Solidaritas Mengenang Marsinah

Dalam rangka untuk menyuarakan aspirasi kaum buruh, sekaligus menyambungkan tuntutan perjuangan May Day 2015 yang lalu. Konfederasi KASBI menyelenggarakan acara malam solidaritas untuk mengenang perjuangan Marsinah.

Marsinah adalah sosok buruh perempuan pejuang buruh yang Meninggal Dunia pada 8 Mei 1993, karena disiksa sekelompok orang suruhan pengusaha dan pemerintah aparat Orde Baru. Sampai sekarang, kasusnya belum tuntas dan belum di ketahui siapa pelakunya dan siapa orang yang bertanggung jawab.

Acara tersebut juga sekaligus dimaksudkan untuk mengenang Sebastian Manufuti, aktivis buruh yang rela berkorban nyawa menjadi martir dengan membakar diri pada 1 Mei 2015  untuk memperjuangkan K3 dan hak-hak buruh lainya.

Acara yang dilaksanakan pada hari Sabtu,  9 Mei 2015, pukul 19.00 WIB tersebut, mengambil lokasi di depan kantor Walikota Tangerang. Dengan melakukan do’a bersama dan menyalakan seribu lilin sebagai simbolisasi mengenang para pejuang buruh yang telah tiada.

Menurut Subroto selaku ketua panitia, acara mengenang Marsinah memang rutin digelar ditiap tahunnya. “Bagi kami, marsinah itu adalah seorang pahlawan. Keberaniannya dalam memperjuangkan hak-haknya sebagai buruh, telah menginspirasi perjuangan buruh saat ini,” ujar lelaki yang masih bekerja disebuah pabrik di Tangerang.

Acara yang terbuka untuk umum tersebut, sedianya juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni dari kalangan buruh, seperti Comerad Band dan juga penyanyi pemegang rekor MURI menyanyi terlama di Indonesia, MS. Cu Ong.

Apakah anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Redaksi Buruh

Redaksi Buruh

Kabar Buruh adalah media yang mengangkat berbagai berita dan artikel tentang perburuhan. Menerima tulisan berupa opini, berita, dan foto dari semua serikat buruh ataupun individu. Tulisan dapat kirim melalui email: [email protected]